Kicauan sang burung menyambut sang mentari kan datang. Embun pagi menemani awal dipagi hari. Pohon-pohon bersemangat menyambut pagi yang indah. Dengan secangkir teh yang masih hangat ku hirup udara amat menyegarkan yang penuh dengan oksigen. Ditemani oleh nyanyian burung-burung yang merdu. Ku mulai menulis sebuah kata-kata. Kata-kata untuk yang terindah. Kata-kata untuk sang Maha Karya. Begitu sempurna Allah menciptakan semua. Tak ada yang sia-sia serta semua yang Allah ciptakan dapat kita belajar dari semuanya. Air, tumbuhan, hewan, batu dan segalanya.
"Fabiayyi alaa irabbikumatukadzdzibaan" (Q.S : Ar Rahman : 13)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
masihkah kita tidak bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita?wahai saudaraku ingatlah Allah selalu dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita, tapi kita lah yang selalu menjauh dari Allah.
"Jika pepohonan di bumi ini menjadi penanya dan lautan menjadi tintanya dan ditambah lagi 7 lautan maka tak akan cukup untuk menuliskan nikmat-nikmat Allah..."
masihkah kita tak bersyukur...??
"Fabiayyi alaa irabbikumatukadzdzibaan" (Q.S : Ar Rahman : 13)
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
masihkah kita tidak bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita?wahai saudaraku ingatlah Allah selalu dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat nadi kita, tapi kita lah yang selalu menjauh dari Allah.
"Jika pepohonan di bumi ini menjadi penanya dan lautan menjadi tintanya dan ditambah lagi 7 lautan maka tak akan cukup untuk menuliskan nikmat-nikmat Allah..."
masihkah kita tak bersyukur...??

Posting Komentar