Senyuman serta tawa canda menguap bagaikan air yang kepanasan. Tak ada lagi riang canda yang ku dapatkan. Tak ada lagi kebersamaan dalam melangkahkan kaki untuk yang terbaik. Masihkah kau ingat dimana saat kita menangis. Masihkah kau ingat disaat kita bersedih. Masihkah kau ingat ketika kita tertawa. Masihkah kau ingat disaat kita bahagai dan tersenyum.
Tak ada lagi nasihat melainkan hanya sebuah kemunduran. Tak ada lagi kepercayaan melainkan hanya sebuah pelemparan. Tak ada lagi semangat untuk bersama melainkan hanya sebuah ke egoisan.
Ke egoisan yang membuat kita seperti ini. Mengambil jalan sendiri-sendiri tanpa melihat saudara kita sendiri. Berusaha melakukan yang terbaik untuk diri sendiri. Punah semua hal yang telah kita bangun unutng bersama. Tak ada pemimpin yang sanggup melihat sahabat-sahabatnya tak lagi bersama.
Dimanakah semangat itu...Dimanakah rasa itu...Dimanakah kebersamaan itu...
Ke egoisan telah menghancurkan kita semua...
Maafkan aku wahai sahabatku...saudaraku...kekasihku yang ku cintai karena Allah...
Tak ada lagi nasihat melainkan hanya sebuah kemunduran. Tak ada lagi kepercayaan melainkan hanya sebuah pelemparan. Tak ada lagi semangat untuk bersama melainkan hanya sebuah ke egoisan.
Ke egoisan yang membuat kita seperti ini. Mengambil jalan sendiri-sendiri tanpa melihat saudara kita sendiri. Berusaha melakukan yang terbaik untuk diri sendiri. Punah semua hal yang telah kita bangun unutng bersama. Tak ada pemimpin yang sanggup melihat sahabat-sahabatnya tak lagi bersama.
Dimanakah semangat itu...Dimanakah rasa itu...Dimanakah kebersamaan itu...
Ke egoisan telah menghancurkan kita semua...
Maafkan aku wahai sahabatku...saudaraku...kekasihku yang ku cintai karena Allah...

Posting Komentar