Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hattah
»» read more
Posted in
Personal
Senyuman serta tawa canda menguap bagaikan air yang kepanasan. Tak ada lagi riang canda yang ku dapatkan. Tak ada lagi kebersamaan dalam melangkahkan kaki untuk yang terbaik. Masihkah kau ingat dimana saat kita menangis. Masihkah kau ingat disaat kita bersedih. Masihkah kau ingat ketika kita tertawa. Masihkah kau ingat disaat kita bahagai dan tersenyum.
Tak ada lagi nasihat melainkan hanya sebuah kemunduran. Tak ada lagi kepercayaan melainkan hanya sebuah pelemparan. Tak ada lagi semangat untuk bersama melainkan hanya sebuah ke egoisan.
Ke egoisan yang membuat kita seperti ini. Mengambil jalan sendiri-sendiri tanpa melihat saudara kita sendiri. Berusaha melakukan yang terbaik untuk diri sendiri. Punah semua hal yang telah kita bangun unutng bersama. Tak ada pemimpin yang sanggup melihat sahabat-sahabatnya tak lagi bersama.
Dimanakah semangat itu...Dimanakah rasa itu...Dimanakah kebersamaan itu...
Ke egoisan telah menghancurkan kita semua...
Maafkan aku wahai sahabatku...saudaraku...kekasihku yang ku cintai karena Allah...
»» read more
Posted in
Personal
Sebuah senyuman mungkin dapat menggembirakan hati yang hilang. Ku yakin dengan senyuman ku dapat mengontrol semua jiwa serta raga ku. Ku tahu aku bukanlah orang yang baik, sehingga dapat bersanding dengan seorang putri. Ku hanya seorang rakyat biasa yang telah terbiasa dengan kelaparan. Tak ada lagi yang dapat ku perbuat dan dapat ku berikan ke banyak orang selain senyuman ku. Ku tak ingin orang lain merasakan apa yang ku rasakan, kecuali rasa senang dan bahagia ku akan ku persembahkan untukmu.
Hati yang tergores akan sebuah prilaku mungkinkah ada yang disalahkan. Ku tahu diriku salah dan memang selalu salah. Tak ada sedikit pun perihal yang baik terdapat diri ini. Tapi adakah manusia yang sempurna?Ku bertanya akan keberadaan diri ini yang terus berjalan dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari. Ku berfikir apa yang terdapat dalam diri ini. Ku terus mencoba memberikan yang terbaik walau ku tahu hasilnya akan jatuh kembali.
Ku tetap tersemyum walau ku tahu rasa apa yang akan ku terima. Ku masih tetap bersabar walau badai terus menerjang. Ku tetap bertahan walau kutahu tebing yang sangat tinggi menunggu ku. Ku masih tersenyum tenang meskipun betapa rapuhnya diri ini. Ku masih tersenyum sampai kau tak mengetahui apa yang sebenarnya yag kurasakan dan pasti nya kau pun tak akan mengerti apa yang ku rasakan.
Ku hanya miliki satu harapan tapi mungkin dapat kau patahkan dengan mudah.
Ku hanya berharap kau dapat mengerti apa yang kurasakan serta yang terjadi pada diri serta hati ini.
Tapi ku tetap tersenyum tenang seakan ini telah terbiasa.
»» read more
Posted in
Personal