Kutukan

Pada suatu hari ada tiga orang pemuda yang ingin menaiki sebuah gunung di Jawa tengah, mereka bertujuan agar cepat mendapatkan jodoh yang cantik. Ketika mereka sampai di kaki gunung mereka bertemu dengan seorang kakek yang katanya juru kunci di gunung itu.

Kakek : ”Mau kemana cucuku?”
Udin : ”Kami ingin menaiki gunung ini”
Kakek : ”Untuk apa kalian menaiki gunung ini?”
Mamat : ”Kami ingin mencari wangsit semoga saja setelah pulang dari sini kami bisa mendapatkan jodoh yang cantik”
Panjul: ”Iya kek, memang kakek ini siapa?”
Kakek : ”Aku adalah kuncen di gunung ini”
Udin : ”Katanya ada persyaratannya ya kek untuk naik ke gunung ini!” Tanya Udin”
Kakek : ”Betul sekali cucuku, persyaratannya adalah kalian tidak boleh membunuh atau menginjak secara sengaja maupun tak sengaja kodok2 yang hidup di gunung ini”Jawabnya Mamat : ”Ah, itu sih gampang kek pasti kami bisa melewatinya” Celetuk Mamat dengan sombongnya

Kemudian ke tiga pemuda itu mulai berjalan menaiki gunung itu berlahan-lahan. Ketika baru sampai di tengah perjalanan Panjul iseng menendang-nendang batu yang banyak berserakan di jalan setapak yang mereka lewati itu, tiba2 secara tidak sengaja Panjul menendang sebuah batu yang akhirnya tepat terkena seekor kodok yang sedang bersantai di atas batu besar.
Panjul: ”Wah gawat nih, yah mati lagi kodoknya, aduh jodoh gw jelek nih”
Mamat : ”Ha ha ha… makanya gak bisa diem sih punya kaki” Jawab Mamat sambil mentertawakannya
Udin : ”Udah gak usah dihiraukan ayo kita jalan lagi hari semakingelap”

Kemudian ke tiga pemuda itu meneruskan perjalanannya. Sesampainya di puncak gunung mereka pun beristirahat tetapi Udin tidak, dia malah beristirahat dengan duduk di atas batu besar yang letaknya tidak jauh dari tempat Panjul & Mamat beristirahat.

Udin : ”Wah ada batu tuh duduk di situ aja deh”
Panjul: ”Hei mau kemana lo?” Tanya Panjul
Udin : ”Gw mau duduk di situ”
Mamat : ”Hati2 lo nanti ketemu kodok lagi ha ha ha” Celetuk Mamat sambil mengejek

Ketika Udin sedang duduk di atas batu besar itu tiba2 ada kejadian aneh, dia merasa ada sesuatu yang bergeerak-gerak di bawah pantatnya.
Udin : ”Aduh apaan nih, aduh geli banget nih!”
Panjul: ”He kenapa lo?” Tanya Panjul
Udin : ”Tau nih ada apaan di bawah pantat gw, wah gawat gw gak sengaja dudukin kodok yang lagi tidur di atas batu ini Her!” Kagetnya Udin
Mamat : ”Ha ha ha… akhirnya satu lagi korban”

Keesokan harinya, mereka mulai menuruni gunung itu berlahan-lahan. Sampai di kaki gunung Mamat benar2 tidak melanggar persyaratan tersebut.

Mamat : ”Yes akhirnya hanya gw aja kan yang gak menginjak atau membunuh kodok2 itu he he he”
Udin : ”Huh jangan sombong kamu Tur lihat saja nanti pembalasanku”

Dua tahun kemudian, Mamat mengajak Udin & Panjul untuk reoni di vilanya dan Mamat meminta mereka untuk membawa pasangannya masing2.

Mamat : ”Eh besok kita reoni anak2 kampus yo tapi lo berdua harus bawa pasangan lo masing2 dan gw akan memperkenalkan istri gw yang cantik jelita ha ha ha…”
Panjul: ”Ya udah deh gw usahain ya”
Udin : ”Gw juga Tur Insya ALLAH gw bisa datang”
Mamat : ”Pokoknya Awas aja kalau lo berdua gak datang berarti lo berdua cemen”

Keesokan harinya mereka pun berkumpul di vilanyaMamat.

Mamat : ”Woi apa kabar lo berdua ternyata lo berdua takut ya gw bilang cemen”

Kemudian mereka berkumpul di sebuah taman dengan pasangan mereka masing2.

Mamat : ”Jul , Din lo sudah lihat kan istri gw cantik bukan!”
Panjul: ”Iya, tau deh yang gak nginjak kodok”
Dian Sastro: ”Hei kalian sedang ngomongin apa sih?” Tanya Dian(IstrinyaMamat)
Udin : ”Ini Sif Waktu dulu ketika kita masih kuliah kita pernah pergi ke sebuah gunung yang tujuannya untuk mencari jodoh dan persyaratannya agar istri kita nanti cantik kita dilarang untuk membunuh atau menginjak kodok kramat yang hidup di gunung itu dan yang menginjak kodok2 itu hanya gw dan Panjul aja!”
Dian Sastro: ”Oo… gitu ceritanya lo naik gunung yang di mana?” Tanya Dian
Panjul: ”Kita naik gunung yang di Jawa tengah itu!”
Dian Sastro: ”Oo… gw juga naik gunung itu bersama Omas danOneng, tapi yang menginjak kodok kramat itu hanya gwaja!”
Mamat : ”Wah jadi jodoh kamu jelek dong yang”
Dian Sastro: ”Ya gitu deh makanya aku dapat kamu”

0 Response to "Kutukan"

Posting Komentar